//Dari Karya Ursulin ke FMM

Dari Karya Ursulin ke FMM

Sebuah surat penting dari Sr. M. Hildebrand tertanggal 19 September 1933, terdapat informasi penting berkaitan dengan Biara Ursulin di Jalan Raya No. 2, Buitenzorg: “Minggu lalu saya mengunjungi Ibu biara Suster-suster Ursulin di Buitenzorg untuk berkonsultasi mengenai Sekolah Kepandaian Putri (SKP) yang saya pimpin. Dalam pembicaraan kami, Ibu biara Ursulin bertanya apakah Superior Jenderal FMM berniat untuk mengambil alih rumah dan karya Ursulin di Buitenzorg. Awalnya saya tidak menjawab, karena saya mengira beliau hanya sesumbar saja. Namun, beliau melanjutkan bahwa beberapa hari lagi, provinsialnya akan datang dan berbicara dengan saya. Informasi ini tidak untuk diumumkan, meskipun demikian P. van Hoof SJ mengetahui informasi ini.”

Sr. M. Hildebrand melanjutkan suratnya bahwa Senin sore yang lalu, P. Van Hoof telah menelepon dan mengatakan bahwa ia akan mampir ke Buitenzorg dan memimpin Misa di biara. Anak-anak sangat gembira karena mereka hanya merayakan Misa seminggu sekali. Selama Misa, Sr. M. Hildebrand berdoa agar P. Van Hoof mengabulkan permohonannya; untuk mentahtakan Sakramen Maha Kudus ketika para suster datang dan agar dapat merayakan Misa setiap hari. P. Van Hoof mengabulkan permohonannya. Dia kemudian mengambil kesempatan untuk menyakan kepada P. Van Hoof mengenai proposal Ursulin. P. Van Hoof mengatakan kepadanya agar ia meminta detail sekolah yang jelas dan menginformasikan kepada Superior Jenderal apakah beliau memiliki personel lengkap untuk melanjutkan sekolah karena mengajar adalah pekerjaan utamanya. Jika Sr. M. Marguerite setuju, rumah tersebut harus dijadikan pusat karya di Jawa. Lagi pula, biara, cuaca, dan kondisi Buitenzorg sangat cocok. Dia menasihati FMM untuk menerima proposal tersebut. Sr. M. Hildebrand diminta untuk menyampaikan nasihat tersebut kepada Sr. M. Marguerite.

By |2018-04-04T22:58:08+00:00April 2nd, 2018|Sejarah di Bogor|