//Awal Mula Misi Ke Hindia Belanda (Indonesia)

Awal Mula Misi Ke Hindia Belanda (Indonesia)

Pendiri Sekolah Regina Pacis Bogor adalah para Suster Fransiskan Misionaris Maria (FMM). Kisah perjalanannya diawali dengan berdirinya Provinsi FMM di Belanda tahun 1903 dengan nama Provinsi Sakramen Maha Kudus. Provinsi tersebut terdiri dari 3 negara yakni Belgia, Belgia Kongo, dan Belanda. Provinsi Sakramen Maha Kudus Belanda ingin mengadakan misi ke tanah Jawa. Hal ini ditandai dengan surat dari Sr. M. Stefana (Pemimpin Prov. sakramen Maha Kudus) kepada Sr. M. St. Michel (Superior General) pada tanggal 24 Feb 1930. Pembukaan misi ke Jawa ini juga diminta oleh beberapa kongregasi seperti OSC, Jesuit, dan OFM.

Pada tahun 1932, Sr. M. Damiana (Pilok Amsterdam dan dewan Prov) tepatnya tanggal 26 Oktober menerima surat dari P. Cassianus Hentzen, OFM yang meminta agar para suster FMM hadir di Rangkasbetoeng (Banten). Selanjutnya, pada Januari 1933, berangkatlah 5 suster untuk memulai perjalanan misi ke Batavia dan Jawa. Kelima suster tersebut adalah Sr. M. Hildebrand, Sr. M. Clasina, Sr. Alida, Sr. Waldeburga, Sr. Altura, Sr. Magdalena. Mereka mulai diutus oleh kongregasi di Amsterdam. Mereka berangkat secara terpisah dengan menggunakan kereta api ke Roma dan setelah mendapat pemberkatan dari Paus, mereka berangkat ke Genoa.

Pada tanggal 24 Februari 1933 dengan menggunakan Kapal Belanda “Yohan de Witz” mereka berangkat ke Batavia dengan menggunakan rute Canal Suez (Terusan Suez) lewat Ceylon, Colombo. Pada 11 Maret 1933 di Ceylon, Sr. Hildebrand bergabung dengan 4 suster lainnya dan berangkat ke Batavia.

By |2018-04-04T15:05:00+00:00April 4th, 2018|Sejarah Awal|